Pelajaran #1: Jangan mencari penyembah-penyembah;tetapi carilah
sahabat-sahabat sejati.
Tidak semua teman diciptakan sama. Beberapa teman hanyalah
penggemar. Mereka mengagumi Anda. Mereka menyanjung Anda. Mereka
takut terhadap Anda. Mereka mengambil keuntungan dari Anda. Namun
ketika Anda membutuhkan mereka, mereka tidak ada. Pilihlah sahabat
sejati daripada penggemar. Ketika Anda mengalami kesulitan, mereka
akan tetap berada di sisi Anda.
Pelajaran #2: Cara terbaik untuk mencari seorang sahabat sejati adalah
menjadi seorang sahabat sejati.
Apakah Anda seorang sahabat sejati? Apakah Anda memberikan perhatian
kepada orang lain? Apakah Anda menunjukkan kasih Anda terhadap mereka
dengan cara yang tidak biasa? Investasi terbaik yang akan pernah Anda
lakukan adalah dalam relasi Anda. Di situlah harta Anda berada.
Pelajaran #3: Penggertak itu lemah. Hindari atau tentanglah, namun
jangan pernah takut terhadap penggertak.
Apakah Anda punya penggertak dalam hidup Anda? Anda akan selalu
berhadapan dengan para penggertak. Mereka mengintimidasi orang.
Mereka ingin Anda merasa takut terhadap mereka. Mereka memanipulasi
Anda untuk mengikuti mereka. Tergantung situasi, Anda dapat
menghindari atau menentang mereka. Namun jangan pernah takut terhadap
mereka. Karena semua penggertak adalah palsu. Dengan paksaan, mereka
menutupi kelemahan yang ada di dalam diri mereka. Tapi jauh di dalam,
seorang penggertak adalah seorang anak rapuh yang memiliki banyak
ketakutan.
Pelajaran #4: Ketika seseorang tidak suka menjadi temanmu, biarkan
saja dan tetaplah bersukacita.
Hidup terlalu indah untuk disesali hanya karena penolakan seseorang.
'Orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain' ingin menyenangkan
setiap orang. Dan ketika seseorang menolak mereka, mereka akan
tewas. Karena mereka memerlukan perasaan dibutuhkan. Ketika
seseorang menolak mereka, mereka sangat terluka – dan membawa luka ini
ke manapun mereka pergi dan membiarkan luka ini berdampak bagi hidup
mereka selamanya. Apa yang dilakukan seorang yang dewasa ketika
mereka mengalami penolakan? Mereka juga terluka sama seperti orang
lain namun mereka tidak membawa luka itu terus-menerus. Mereka
mengebaskan debu di kaki mereka dan terus maju. Mereka mencintai diri
mereka. Mereka mencintai hidup.
Pelajaran #5: Ketika seseorang marah terhadap Anda dengan cara yang
tidak adil, kasihanilah orang itu.
Ia akan menyakiti dirinya sendiri.
Jangan mengasihani diri sendiri ketika Anda menerima kemarahan yang
tidak adil. Ingatlah bahwa kemarahan yang tidak adil itu
menghancurkan orang yang marah, bukan Anda. Kasihanilah orang itu.
Pelajaran #6: Selalu bersikap baik dan ramah kepada setiap orang –
entah dia itu seorang raja atau seorang pengemis.
Setiap manusia yang Anda temui dalam hidup adalah anak-anak Tuhan.
Entah ia duduk di atas tahta atau terbaring di lumpur, tak ada
bedanya. Orang tersebut adalah keluarga Anda.
Pelajaran #7: Takaran Anda yang sesungguhnya diukur dari keberanian,
kearifan, dan cinta Anda.
Apakah Anda seorang yang besar? Ukurlah keberanian dan kearifan
Anda. Dengan cara Anda mengasihi, Anda bisa tahu apakah Anda sudah
dewasa dalam hidup atau tidak.